Mengatur keuangan merupakan sebuah perilaku bijak yang perlu diterapkan oleh setiap orang. Kebiasaan mengatur keuangan namun tidak mudah, terkadang kekhilafan keuangan tak terhindarkan.
Memiliki dana darurat adalah manfaat baik dari kebiasaan mengatur keuangan. Selain itu tabungan juga perlu untuk masa depan.
Agar lebih luas pengetahuan tentang keuangan yang dimiliki berikut beberapa tanda-tanda keuangan yang akan membuat berpikir ulang, antara lain.
Selalu Menunggu Penghasilan dari Gaji yang Datang
Cara seperti ini yang sering dilakukan oleh para karyawan yang masih berpikir sebagai seorang pekerja. Walaupun sumber penghasilan karyawan dari gaji bulanan, namun bukan berarti gaji dijadikan andalan dalam memenuhi kebutuhan. Bahkan ada yang rela bertahan dengan sisa uang puluhan ribu demi menunggu gajian.
Namun, ketika gaji datang tanpa disadari uang tersebut langsung digunakan untuk memenuhi keinginan yang tertunda seperti membeli kopi yang mahal serta hal lainnya yang tidak terlalu dibutuhkan yang sebenarnya memang tidak dianggarkan.
Tidak Memiliki Tabungan
Tabungan dalam bentuk rekening di bank memang harus dimiliki tujuannya agar bila terjadi kondisi darurat yang di luar perhitungan dapat diantisipasi dengan menggunakan dana darurat yang sudah disimpan. Beberapa referensi memberikan masukan agar jumlah dana darurat dapat disimpan dengan jumlah tiga hingga enam kali lipat dari penghasilan yang dimiliki untuk mengatasi situasi atau perubahan yang yang diduga.
Sebagai contoh bila dalam perjalanan mobil mengalami mogok dan butuh diderek serta diganti sparepart bahkan hingga turun mesin semua membutuhkan biaya yang jumlahnya bisa lebih besar berkali-kali lipat dari pengeluaran yang biasa dikeluarkan.
Agar lebih luas pengetahuan tentang keuangan yang dimiliki berikut beberapa tanda-tanda keuangan yang akan membuat berpikir ulang, antara lain.
Selalu Menunggu Penghasilan dari Gaji yang Datang
Cara seperti ini yang sering dilakukan oleh para karyawan yang masih berpikir sebagai seorang pekerja. Walaupun sumber penghasilan karyawan dari gaji bulanan, namun bukan berarti gaji dijadikan andalan dalam memenuhi kebutuhan. Bahkan ada yang rela bertahan dengan sisa uang puluhan ribu demi menunggu gajian.
Namun, ketika gaji datang tanpa disadari uang tersebut langsung digunakan untuk memenuhi keinginan yang tertunda seperti membeli kopi yang mahal serta hal lainnya yang tidak terlalu dibutuhkan yang sebenarnya memang tidak dianggarkan.
Tidak Memiliki Tabungan
Tabungan dalam bentuk rekening di bank memang harus dimiliki tujuannya agar bila terjadi kondisi darurat yang di luar perhitungan dapat diantisipasi dengan menggunakan dana darurat yang sudah disimpan. Beberapa referensi memberikan masukan agar jumlah dana darurat dapat disimpan dengan jumlah tiga hingga enam kali lipat dari penghasilan yang dimiliki untuk mengatasi situasi atau perubahan yang yang diduga.
Sebagai contoh bila dalam perjalanan mobil mengalami mogok dan butuh diderek serta diganti sparepart bahkan hingga turun mesin semua membutuhkan biaya yang jumlahnya bisa lebih besar berkali-kali lipat dari pengeluaran yang biasa dikeluarkan.
Tidak Sanggup Membayar Tagihan dari Kartu Kredit yang Dimiliki
Tanda-tanda yang dimiliki dari ketidakmampuan membayar tagihan kartu kredit adalah dengan membayar tagihan dengan cara minimum payment. Walaupun memang bank mempermudah dengan membayar tagihan kartu kredit secara minimum payment terkadang sebagian masyarakat banyak yang menganggap remeh.
Sehinga tanpa disadari bunga tagihan semakin berbunga dan pada akhirnya tagihan pun tidak sanggup untuk dilunasi. Apabila berpikir mengajukan kartu kredit baru untuk dapat melunasi hutang sebelumnya maka dipastikan krisis keuangan akan segera dihadapi.
Mengandalkan Orang Tua
Ketika mengalami masalah biasanya sebagai anak akan bercerita kepada orang tuanya untuk meringankan beban hidup yang dihadapi. Namun, tidak sedikit juga ada yang mengandalkan orang tua untuk dipinjamkan uang bila mengalami sedikit krisis keuangan. Cara seperti ini salah karena orang tua sudah banyak memberikan selama puluhan tahun dalam membesarkan anaknya, dan sudah sewajarnya anak untuk memberi pada orang tua bukan lagi meminta.
Tanda-tanda yang dimiliki dari ketidakmampuan membayar tagihan kartu kredit adalah dengan membayar tagihan dengan cara minimum payment. Walaupun memang bank mempermudah dengan membayar tagihan kartu kredit secara minimum payment terkadang sebagian masyarakat banyak yang menganggap remeh.
Sehinga tanpa disadari bunga tagihan semakin berbunga dan pada akhirnya tagihan pun tidak sanggup untuk dilunasi. Apabila berpikir mengajukan kartu kredit baru untuk dapat melunasi hutang sebelumnya maka dipastikan krisis keuangan akan segera dihadapi.
Mengandalkan Orang Tua
Ketika mengalami masalah biasanya sebagai anak akan bercerita kepada orang tuanya untuk meringankan beban hidup yang dihadapi. Namun, tidak sedikit juga ada yang mengandalkan orang tua untuk dipinjamkan uang bila mengalami sedikit krisis keuangan. Cara seperti ini salah karena orang tua sudah banyak memberikan selama puluhan tahun dalam membesarkan anaknya, dan sudah sewajarnya anak untuk memberi pada orang tua bukan lagi meminta.
Tidak Memikirkan Masa Pensiun
Masa produktif merupakan masa, di mana tenaga dan pikiran dapat dicurahkan untuk berkreasi dan berkarya serta menghasilkan sesuatu termasuk uang. Perlu Anda tahu, akan datang saat di mana masa tidak produktif yang hanya bisa menikmati hasil yang sudah didapat dari masa produktif. Oleh karena itu, sesuatu yang fatal bila tidak memikirkan masa pensiun sama sekali ketika usia masih produktif.
Buat Anggaran Pengeluaran yang Rapi
Jangan sampai mengikuti hal-hal di atas. Mulailah mencatat segala jenis pengeluaran setiap bulannya agar dapat mengurangi pengeluaran yang dirasa tidak diperlukan. Tujuannya agar dijauhkan dari musibah finansial yang dapat terjadi. Kemudian, mulailah menyisihkan dari penghasilan minimal 20 persen setiap bulan untuk masa pensiun ke depannya dan buat masa depan menjadi lebih indah.
Sumber : REPUBLIKA.CO.ID
Masa produktif merupakan masa, di mana tenaga dan pikiran dapat dicurahkan untuk berkreasi dan berkarya serta menghasilkan sesuatu termasuk uang. Perlu Anda tahu, akan datang saat di mana masa tidak produktif yang hanya bisa menikmati hasil yang sudah didapat dari masa produktif. Oleh karena itu, sesuatu yang fatal bila tidak memikirkan masa pensiun sama sekali ketika usia masih produktif.
Buat Anggaran Pengeluaran yang Rapi
Jangan sampai mengikuti hal-hal di atas. Mulailah mencatat segala jenis pengeluaran setiap bulannya agar dapat mengurangi pengeluaran yang dirasa tidak diperlukan. Tujuannya agar dijauhkan dari musibah finansial yang dapat terjadi. Kemudian, mulailah menyisihkan dari penghasilan minimal 20 persen setiap bulan untuk masa pensiun ke depannya dan buat masa depan menjadi lebih indah.
Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

0 comments:
Post a Comment