Pelukis kelahiran Solo ini mengatakan dalam pencarian ide, dirinya selalu berkeliling ke sejumlah desa. Dalam setiap karya yang tertuang di atas kanvas, ia mengaku sering kali tercurah perasaan dan campuraduk perasaannya.
''Lukisan yang baik itu bila komposisinya baik, mulai dari komposisi angle, layout hingga warna. Selain itu, feeling dan mood juga memiliki pengaruh yang besar dalam melukis,'' katanya ketika dijumpai wartawan di Jakarta, Rabu (16/3).
Sejauh ini karya yang dihasilkan oleh Yap tak hanya dinikmati oleh kolektor lokal saja. Karya dari pelukis jebolan Academy Voobeeldende Kunsten, Amsterdam, Belanda, ini telah banyak menghiasi sejumlah tempat bergengsi di berbagai dunia.
Di Indonesia, karya-karya Yap bisa ditemukan di Istana Negara. Kemudian, karya Yap telah menghiasi juga Museum Asia Pacific di Polandia, kantor Unilever Brother di Inggris, kediaman seorang Raja di Yunani, Kedubes Vietnam dan Polandia dan serta galeri para kolektor kelas dunia.
Yap memiliki prinsip untuk melukis sesuatu itu berusaha untuk menyesuaikan obyek aslinya, terutama obyek petani memanen padi di sawah. Untuk mendapatkan obyek lukisan, terutama obyek panen padi, dirinya selalu rajin bertanya kepada siapa saja yang tahu dimana ada panen raya.
Menurut Yap, lukisan panen padi memiliki banyak filosofi. Salah satunya, kata dia, filosofi mengenai hakikat rezeki dan karma bahwa apa yang ditanam itulah yang akan dihasilkan. ''Sampai sekarang saya masih sering melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk mencari obyek lukisan,'' katanya.
Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

0 comments:
Post a Comment